Kamis, 27 Februari 2014

What's Wrong, Man United?

    Siapa yang nggak kenal Manchester United? Klub besar nan kaya raya ini sudah tidak perlu diragukan lagi prestasinya. 20 gelar Liga Inggris, 3 piala Champions, 11 trophy FA Cup, dan banyak lagi. Mengembangkan bakat-bakat muda menjadi seorang bintang pun juga menjadi salah satu keunggulan Manchester United. Klub yang sering dijuluki 'The Red Devils' ini juga seringkali ditakuti lawan tandingnya, bahkan sebelum pertandingan dimulai. Setidaknya... 'pernah'.
     Ya, semua seolah hilang semenjak Raksasa Inggris ini ditukangi Manager baru, David Moyes. Menggantikan posisi Manager sebelumnya, Sir Alex Ferguson yang selama 26 tahun menuai sukses besar di Man United, tidak sedikit fans yang mempertanyakan kemampuan Moyes. Ia sendiri adalah suksesor yang dipilih langsung oleh Fergie, sehingga Fergie meminta para fans untuk memberikan dukungan terhadap Moyes.

     Tur pra-musim seharusnya menjadi kesempatan Moyes untuk merebut hati dan dukungan fans United, tetapi hasil yang didapat, sangat kurang memuaskan. Banyak supporter-termasuk gua- memaklumi hal tersebut. Menangani United setelah sebelumnya menjadi manager tim medioker pasti bukanlah hal yang mudah. Premier League dimulai. Matchday pertama, United menang atas Swansea 4-1. Tentu, hasil yang sangat positif. Lalu, pihak media serta fans mulai mempercayai Moyes, bahkan tidak sedikit yang yakin bahwa United dapat mempertahankan tahta Premier League.
     Seiring dengan berlanjutnya Matchday Premier League serta kejuaraan lainnya, entah kenapa performa Manchester United perlahan mulai turun. Old Trafford pun menjadi stadion yang angker untuk The Red Devils sendiri. Total sudah (kalau tidak salah) 9 kekalahan Liga ditelan juara bertahan Premier League. Tidak hanya itu, United juga tersingkir dari ajang FA Cup serta Capital One Cup. Disisi lain, United tampil garang di babak penyisihan Liga Champions. 4 kali menang dan 2 kali seri adalah prestasi yang cukup baik untuk menambal hasil mengecewakan di Premier League.
     Transfer musim dingin dibuka. United berhasil mengamankan tanda tangan pemain berbakat asal Spanyol, Juan Mata. Tentu saja banyak pihak yang terkejut, mengingat Mata yang menjadi pemain terbaik Chelsea selama 2 musim terakhir dilepaskan begitu saja ke klub rival.
     Sejak debutnya di United, Mata sudah menunjukkan kehebatannya. Terbukti, Lini tengah United menjadi lebih kreatif. Sampai saat ini, ia sudah menyumbangkan 3 assist untuk Manchester United. Tetapi tentunya, kedatangan Mata tidak menyelesaikan semua masalah United. Lini belakang yang tidak solid kembali menyulitkan United untuk meraih kemenangan. Yang paling menyakitkan adalah saat melawan Fulham, dimana comeback yang dramatis seakan sia-sia, setelah kedudukan kembali disamakan Fulham di menit 94.
     Kemenangan atas Crystal Palace di Matchday 27 Premier League membuat kepercayaan diri United kembali naik. Bekal yang bagus jelang persiapan menghadapi Olympiacos di fase 16 besar Liga Champions. Hasilnya? Another lose for United. Dipecundangi Olympiacos dengan skor 2-0  merupakan hasil yang menyakitkan. Ditambah lagi, kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri rekor tak terkalahkan United menghadapi Olympiacos. Tidak adanya Juan Mata mungkin bisa jadi salah satu alasan. Tetapi, seharusnya itu bukan jadi alasan. United masih punya beberapa pemain berkualitas lainnya. 
     Oke, kembali ke masalah utama. Apa penyebab semua ini? David Moyes pasti jawaban bagi banyak pihak. Yeah, sebenarnya kesalahan dia memang tidak sedikit. Yang pertama adalah taktik. Moyes memang selama ini terlihat kurang kreatif soal taktik yang akan digunakan. Terlalu mudah ditebak oleh lawan. Kedua, kurang memanfaatkan pemain berkualitas. Ia terlihat seperti tidak bersyukur memiliki pemain hebat. Lihat saja match melawan Olympiacos Rabu lalu. Ia lebih memilih untuk memainkan Ashley Young dan Cleverley ketimbang menurunkan Adnan Januzaj dan Fellaini. Padahal, dari beberapa pertandingan sebelumnya sudah terbukti bahwa Young dan Cleverley belum memiliki kemampuan yang cukup untuk menjalankan lini tengah United. Dan kejadian ini sudah beberapa kali terjadi, tetapi entah kenapa, Moyes masih saja belum kapok untuk tetap menurunkan mereka. Dan satu lagi kesalahan Moyes, banyak yang mengatakan bahwa ia kurang tegas bila ada pemain yang bermain tidak bagus. Ia tidak setegas Fergie yang terkenal sangat disiplin mengenai performa anak asuhnya. 
     Well, keterpurukan United musim ini tentu tidak hanya kesalahan Moyes semata. Pemain Manchester United musim ini, entah kenapa terlihat kurang 'greget' di beberapa pertandingan. Entah apakah ini -lagi-lagi- kesalahan Moyes, atau memang murni kesalahan pemain. Yang jelas, karakteristik The Red Devils yang terkenal dengan semangat yang tidak pernah turun hingga peluit panjang berbunyi itu, seaakan-akan mulai pudar di musim ini.


Facebook  : Rafi Zulkarnain
Twitter      :  @zulkarrafi